Jumat, 13 Mei 2011

7 Tips Merawat Rambut Rontok

7 Tips Merawat Rambut Rontok

1. Bersihkan Rambut Secara Teratur

Agar rambut sehat dan bersih, keramaslah 2 hari sekali. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal.

2. Pilih Sampo yang Tepat

Pilihlah sampo yang sesuai dengan kondisi rambut kita.

3. Pilihlah Sisir yang Cocok

Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.

4. Gunting Rambut Secara Teratur

Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan kita untuk menjaga kebersihan rambut.

5. Konsumsi Makanan Bergizi

Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok.

6. Tutupilah Rambut Saat Berpergian

Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.

7. Saat Mengeringkan Rambut Harus Hati-hati

Pada saat mengeringkan rambut dengan handuk jangan terlalu keras menggosok rambutnya. Karena akan meyebabkan rambut menjadi rontok.

Sejarah Tari Pendet

Tari Pendet termasuk dalam jenis tarian wali, yaitu tarian Bali yang dipentaskan khusus untuk keperluan upacara keagamaan. Tarian ini diciptakan oleh seniman tari Bali, I Nyoman Kaler, pada tahun 1970-an. Yang bercerita tentang turunnya Dewi-Dewi kahyangan ke bumi. Meski tarian ini tergolong ke dalam jenis tarian wali namun berbeda dengan tarian upacara lain yang biasanya memerlukan para penari khusus dan terlatih, siapapun bisa menarikan tari Pendet, baik yang sudah terlatih maupun yang masih awam, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa. Pada dasarnya dalam tarian ini para gadis muda hanya mengikuti gerakan penari perempuan senior yang ada di depan mereka, yang mengerti tanggung jawab dalam memberikan contoh yang baik. Tidak memerlukan pelatihan intensif.

Pada awalnya tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura, yang menggambarkan penyambutan atas turunnya Dewa-Dewi ke alam marcapada, merupakan pernyataan persembahan dalam bentuk tarian upacara. Lambat laun, seiring perkembangan zaman, para seniman tari Bali mengubah tari Pendet menjadi tari “Ucapan Selamat Datang”, dilakukan sambil menaburkan bunga di hadapan para tamu yang datang, seperti Aloha di Hawaii. Kendati demikian bukan berarti tari Pendet jadi hilang kesakralannya. Tari Pendet tetap mengandung anasir sakral-religius dengan menyertakan muatan-muatan keagamaan yang kental. Dan tari pendet disepakati lahir pada tahun 1950.

Tari Pendet Sakral

Biasanya Tari Pendet dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh para putri, dan lebih dinamis dari tari Rejang. Ditampilkan setelah tari Rejang di halaman Pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih). Para penari Pendet berdandan layaknya para penari upacara keagamaan yang sakral lainnya, dengan memakai pakaian upacara, masing-masing penari membawa perlengkapan sesajian persembahan seperti sangku (wadah air suci), kendi, cawan, dan yang lainnya.

Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Wayan Dibia, menegaskan bahwa menarikan tari Pendet sudah sejak lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu Bali.

Tarian ini merupakan tarian yang dibawakan oleh sekelompok remaja putri, masing-masing membawa mangkuk perak (bokor) yang penuh berisi bunga. Pada akhir tarian para penari menaburkan bunga ke arah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau memulai suatu pertunjukkan (1999: 47).

http://gentra.lk.ipb.ac.id/2010/03/29/sejarah-tari-pendet/

Sabtu, 07 Mei 2011

10 Kebudayaan yang di Klaim Malaysia

1. Batik
2. Tari Pendet
3. Wayang Kulit
4. Angklung
5. Reog Ponorogo
6. Kuda Lumping
7. Lagu Rasa Sayange
8. Bunga Rafflesia Arnoldi
9. Keris
10. Rendang Padang

Sangat menyedihkan melihat sedikit demi sedikit budaya kita diambil oleh bangsa lain. Seharusnya kita bisa menjaga keanekaragaman budaya yang bangsa kita miliki. Jangan biarkan bangsa lain merebutnya dengan gampang.

Mari kita menjaga kebudayaan yang bangsa kita miliki, kita sebagai generasi penerus harus mampu melestarikannya. Apa kita tega melihat kebudayaan yang lain satu demi persatu direbutoleh meraka?? Kita tidak boleh biarkan hal tersebut terjadi.

Mulai sekarang jaga dan lestarikan apa yang kita miliki !!!
10 Macam Tarian Daerah di Indonesia

1. Tari Gantar

Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.

Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.

2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang

Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.

Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.

3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong

Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.

4. Tari Kancet Lasan

Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.

5. Tari Leleng

Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.

6. Tari Hudoq

Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.

7. Tari Serumpai

Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).

8. Tari Belian Bawo

Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.

9. Tari Kuyang

Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

10. Tari Pecuk Kina

Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.

http://iskandarnet.wordpress.com/2008/02/12/macam-macam-tarian-indonesia/

Senin, 11 April 2011

Budaya Indonesia

DIKLAT SENI ANJUNGAN JAWA BARAT

TAMAN MINI INDONESIA INDAH

MUSIK & TARI

Nama Sanggar : Diklat Seni Tari Sunda Anjungan Jawa Barat

Nama Pelatih : H. A. Maulana. SE.

Lokasi Sanggar : Jl. Raya Taman Mini, Jakarta 13560

Diklat ini didirikan oleh H. Rahmat, H. A. Maulana, Hj. Titi, H. Ruli dan dikepalai oleh H. Dodi. Berdiri sejak tahun 1985 dan resmi tahun 1990. Para pendiri tersebut sudah pensiun dan kini tinggal H. A Maulana yang masih meneruskan pusat pelatihan ini.

Lahir di Kalimantan dan berasal dari keluarga ABRI yang menjunjung tinggi seni bangsa khususnya musik, H. A Maulana memilih untuk melatih, memperkenalkan serta melestarikan seni tari. Bertolak belakang dengan seni yang digeluti oleh ayah ibunya, bahkan kakeknya. Dahulu beliau pernah sekolah dijurusan tari tapi akhirnya ia lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Walaupun berbeda jauh dari kenyataan ia tetap menggeluti seni ini dikarenakan obsesinya yang mendalam untuk memperkenalkan seni tari baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menurutnya jika kesenian ingin maju maka kesenian tersebut harus memiliki harga jual. Beliau juga berpendapat bahwa kesenian untuk Indonesia masih kurang bahkan tidak ada harganya.

H. A Maulana berkecimpung di seni tari ini mulai tahun 1982 bersama H. Dodi, Hj. Titi ia menurunkan pengetahuan seni tarinya kepada anak didiknya di Diklat ini. Beliau sudah go internasional. Terakhir beliau baru pulang dari Libanon.

Beliau berada Libanon di sekitar 3 tahun. Disana beliau melatih WNI dan WNA yang tinggal disana. Menurut beliau orang-orang disana lebih kritis dan benar-benar ingin belajar. Oleh karena itu beliau berani berkata bahwa paling lama 50 tahun lagi bukan lagi warga negara asing yang belajar ke Indonesia, melainkan warga Indonesia yang belajar ke luar tentang budayanya sendiri. Beliau memperingatkan bahwa apabila kita sebagai penerus bangsa tidak menginginkan hal tersebut terjadi maka mulai dari sekaranglah kita harus lebih mencintai budaya kita dan mempelajari budaya kita sebaik mungkin. Jangan sampai kita tidak kenal budaya kita sendiri. Itulah pesan yang beliau sampaikan

Disana beliau melatih semua jenis tarian. Walaupun beliau sendiri berasal dari Sunda tetapi beliau harus mengusai segala jenis tarian dan mengajarkannya. Beliau berada disana di bawah naungan KBRI dan KJRI.

Peserta didik di Diklat ini tidak dibatasi oleh umur, baginya Diklat ini terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin mempelajari seni. Umur pesertapun beragam diantaranya ada yang anak-anak usia 4 tahun, remaja usia 13 sampai 18 tahun bahkan ada peserta yang seusia dengannya.

Diklat seni tari ini khusus mengajarkan tari sunda, seperti Jaipong. Di Diklat tari ini terbagi ke dalam beberapa tingkatan. Satu tingkatan dapat ditempuh selama satu semester. Ada 9 tingkatan didalam 10 tahapan. Didalam tahapan ini tidak dibedakan oleh umur. 10 tahapan ini dibagi kedalam 3 tahap, diantaranya:

1. Tingkat Dasar (1,2 dan 3)

Mempelajari dasar gerakan yang mencakup dasar gerak dan dasar tari. Setiap pendaftar pertama pasti akan melalui tingkat dasar meskipun umurnya sudah puluhan tahun.

2. Tingkat Madya (4, 5, 6, 7)

Di tingkat ini peserta naik setingkat dari itungan pemula.

3. T ingkat pengembangan (8, 9)

Di tingkat ini peserta sudah dapat dikatakan mahir. Mereka (peserta) diproyeksikan untuk belajar mencoba menata gerak yang akan menjadi satu tarian.

Diklat seni tari ini khusus mengajarkan tari sunda, seperti Jaipong. Didiklat tari ini ada salah satu anak didiknya yang baru berusia 7 tahun tetapi ia sudah menempuh hingga tingkat 6, diharapkan anak didik ini dapat mengembangkan tarian tetapi harapan tersebut terlalu jauh karena gerak di dalam tari bukanlah gerakkan asal melainkan setiap unsur gerak dan tari yang ada mengandung arti tersendiri.

Tari Jaipong berasal mula dari ketuk tilu, pencak silat oleh seorang seniman sunda bernama Gugum Gumira dikemas menjadi jenis tari kreasi baru bernama Jaipong. Tari Jaipong mulai dikenal pada tahun 1985. Berikut adalah gerakkan-gerakkan jaipong (dasar) :

1. Bubuka atau bukaan : merupakan awalan gerak
2.
Jalak pengkor : gerakan yang jalannya pengkor
3.
Selut : gerakan yang diambil dari gerakan silat
4.
Titik
5.
Mincit : gerakkan ini terbagi menjadi beberapa macam seperti mincit gerimis, mincit disko, mincit acek, mincit kanyai dan mincit pagerdoyong.

Selain gerakkan-gerakkan dasar tersebut adapula gerakkan kepa yang berarti jalan dan nyawang yang berarti melihat. Di dalam seni tari ini ada dua bahasa tari, yaitu bahasa gerak dan bahasa tari. Bahasa gerak bukanlah bahasa tari. Bahasa tari lebih dalam artikulasinya, misalnya untuk gerakkan nangis di dalam bahasa tari ini tidaklah harus seperti orang menangis cukup gerakkan saja tangan disekitar wajah maka itu sudah dapat dikatakan sedang menangis.

Didalam tari jarang sekali bahasa gerak dan bahasa tari digunakan secara bersamaan dikarenakan antara bahasa tari dengan bahasa gerak terkadang intinya sangat kontradiksi dan sangat bertolak belakang, untuk menyiasatinya pelatih (H. A MAulana) lebih menekankan untuk menggunakan bahsa gerak karena lebih simple dan lebih mudah dicerna untuk para anak didiknya.

Selain jaipong yang diajarkan, di Diklat ini juga mengajarkan tari-tarian yang sesuai dengan usia-usia peserta. Sebelumnya untuk di tingkatan memang tidak membedakan usia tapi agar lebih terlihat dan lebih cocok dengan usianya maka diajarkan juga tarian yang sesuai, misalkan:

  • Tari Burung

Tari burung ini diajarkan untuk peserta yang masih kecil-kecil, antara usia 4 tahun hingga 10 tahunan. Tari burung ini merupakan tarian permainan.

  • Tari Kapur Sirih

Tari Kapur Sirih merupakan tarian persembahan oleh karena itu tarian ini lebih diajarkan kepada peserta yang berusia 13 tahun keatas atau remaja. Didalam tarian ini terdapat pengembangan tari kreasi dari Cirebon.

Selain tari Jaipong adapula tarian lain yang berasal dari Jawa Barat, diantaranya :

1. Ketuk Tilu
2.
Arak-arakan
3.
Tari Pesta Rakyat
4.
Tari Klasik

Adapula alat-alat musik khususnya, antara lain :

1. Reog
2.
Calung
3.
Anklung
4.
Crumba
5.
Debug (gamelan)
6.
Gamelan
7.
Pelog (lebih condong untuk mengiringi tarian)
8.
Salendro (lebih condong digunakan untuk tari rakyat)

RESENSI BUKU

Judul Buku : Teen Love On Friendship

Nama Pengarang : Kimberly Kirberger dan Colin Mortesen

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2001

Tebal Buku : 436 halaman ; 20 cm

Buku yang berjudul Teen Love On Friendship ini berceritakan tentang persahabatan. Pengarang buku ini yaitu Kimberly Kirberger dan Colin Mortesen memahami sepenuhnya bahwa persahabatan memainkan peranan besar dalam kehidupan seorang remaja. Buku ini merupakan kumpulan tentang kisah, puisi, dan pemikiran terdalam meliputi segala aspek persahabatan. Mulai dari cara menjalin pertemanan dengan teman yang baru kita kenal, mengenal cara-cara pertemanan yang baik sampai akhirnya bisa menjadi , bahkan sampai cara putus dalam persahabatan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan persahabatan. Di dalam buku ini juga akan membantumu memahami dam menguatkan persahabatanmu.

Sebagai remaja kemungkinan besar sahabatmu adalah bagian terbesar dari hidupmu. Mereka dapat membantumu melewati saat senang maupun saat-saat sulit. Mereka yang selalu menemanimu disaat kamu sedang terpuruk karena urusan keluarga. Mereka yang selalu mengisi hidupmu dengan tawa. Tapi ada saatnya dimana para sahabatmu meninggalkanmu tanpa alasan. Misalnya saat para sahabatmu sedang sibuk dengan dunianya saat ia baru masuk SMA. Disaat itulah kamu merasa kalau kamu hidup sendirian dan kesepian tidak punya teman. Padahal di satu sisi kamu sedang membutuhkan sahabat untuk tetap mendampingimu disaat kamu telah menjadi bintang bersinar. Dan disaat itulah kamu bingung harus bersikap seperti apa. Dan yang seharusnya mendampingimu adalah seorang sahabat.

Hal yang pertama kamu harus lakukan adalah bersahabat dengan dirimu sendiri. Cintailah dirimu sendiri terlebih dulu dan segala sesuatu akan menyusulnya secara teratur. Kamu harus sungguh-sungguh mencintai dirimu sendiri sebelum membereskan semua hal di dunia ini.

Bersikap ramah pada semua orang, namun berkariblah hanya dengan beberapa, dan biarkan mereka itu teruji sebelum kau limpahkan kepercayaanmu kedapa mereka. Persahabatan sejati adalah tanaman yang tumbuh perlahan, dan harus mengalami serta menahan banyak hantaman kesulitan sebelum layak menyandang gelar sebagai Persahabatan.

Persahabatan yang tulus tidak mungkin terwujud tanpa adanya perbedaan pendapat, sakit hati, cemburu dan kemarahan. Rumusnya agar kita dapat melewatinya adalah selalu ingat bahwa persahabatan adalah yang paling utama, dan kebanggaanmu serta kebutuhanmu atas pembenaran , nomor dua. Gunakan perasaanmu, dan ketahuilah bahwa persahabatan akan emakin kuat dengan kehadiran tiap tantangan.

Banyak teman-temanmu yang harus bergulat dengan keputusan-keputusan rumit dalam hidup mereka. Dan kamu tidak selalu setuju dengan pilihan yang mereka ambil. Tapi tetaplah kamu mendampingi mereka. Karena dukunganmu akan sangat membantu mereka.

Persahabatan sejati mirip dengan kesehatan tubuh kita. Nilainya jarang disadari sebelum kita akhirnya kehilangan persahabatan itu.